Rabu, 18 Oktober 2017

@waktu


move on aja mbak, masih ada rindu yang menunggumu di ujung jalan, hingga kau lepas dahulu cinta yang kau anggap pelangi namun ternyata hanya mimpi sesaat...

Aku selalu merindukanmu dengan kehati-hatianku. Karena aku takut, masa lalu yang kelam selalu mengajakku menjadi seorang pengecut.

Karena sesak jika peduli tanpa diketahui, apalagi berharap untuk dianggap.

Kalau kamu merasa ditolak itu menyakitkan. Tanyakan sakitnya pada yang tahu saling mencinta, tapi tidak bisa bersama. Kamu

Kalau datangmu untuk pergi lagi lebih baik jangan, agar tulisanku tidak semakin mengharu biru. Waktu

Tuhan, indahkanlah pagiku, giatkanlah siangku, hebatkanlah soreku, dan damaikanlah malamku. Amin

Aku tidak mau terlalu memaksa mempertahankan atau melepaskannya. Biar saja dia memilih untuk apa yang penting bagi hidupnya.

Aku lupa bahwa cinta itu memang tentang keikhlasan. Keikhlasan menerima, keikhlasan memberi, keikhlasan bertahan; bukan dipaksa.waktu

Pada kita waktu tak pernah berlaku adil. Berjalan lambat ketika dipeluk jarak, berlari kencang saat dilepas pada temu.waktu

Sudah sedemikian muak hatiku menjadi bagian dari cinta2 yg rumit. Aku menginginkanmu,bukan dgn drama penantian penuh tangis dan doa2 rindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar