Sang waktu tanpa perasaan, mengikis dalam setiap kenangan, kita pernah bahagia penuh senyuman, kemudian dijatuhkan dalam lubang ketiadaan puncakibun
Ternyata secangkir kopi lebih jujur darimu, ia pahit tanpa menyembunyikan rasa, ia hitam tanpa malu menunjukan warna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar